Simbol, Tata cara dan Makna Upacara Panggih


HARGA PAKET UPACARA PANGGIH : Rp.1.500.000,-
TERMASUK
MC - CUCUK LAMPAH
 PERALATAN UPACARA


   

Bagi calon pengantin  jawa yang keluarganya masih menjunjung tinggi adat istiadat jawa, tentu sudah mengerti dan memahami pentingnya Upacara Panggih.

Namun bagi calon pengantin keturunan jawa yang sudah ada di perantauan maupun sudah bercampur darah suku lainnya, mungkin akan bertanya-tanya, untuk apa upacara panggih itu, bagaimana cara melakukannya, dan apa maknanya.
Begitu banyak persepsi tentang perlu atau tidaknya acara panggih yang berkembang dimasyarakat. Namun seringkali terasa kurang lengkap pesta perkawinan adat jawa bila tanpa upacara panggih.
Yang jelas bila pasangan pengantin melaksanakan upacara panggih tentunya sudah turut berperan dalam melestarikan adat istiadat budaya jawa.

Berikut ini adalah tulisan mengenai acara panggih tentang simbolis bahan upacara, tata-cara dan maknanya.
Informasi ini mudah-mudahan dapat menjawab pertanyaan yang timbul pada calon pasangan pengantin generasi sekarang. 

Pisang Sanggan
Bahan : Pisang raja, benang lembut, gambir, kembang telon(mawar,melati, kantil),daun sirih segar (suruh ayu).
Prosesi : Buah pisang raja letakkan di nampan terhias daun pisang,kemudian diserahkan oleh pihak pengantin pria ke pihak pengantin wanita.
Makna : Pisang : artinya buah. Sanggan : Penyangga.
Sebuah pernikahan memerlukan penyangga yang dihiasi bunga bunga raja (kembang telon)agar terlihat indah menawan serta selalu menyegarkan (sirih) dan lebih nikmat membahagiakan (seperti orang nyirih dengan gambir) yang diikat dengan ikatan ikatan janji hati yang senantiasa lemah lembut dan penuh kasih sayang (lawe wenang)

Kembar Mayang . 
Bahan : Rangkaian janur mengelilingi batang pisang berbentuk gunung berhias bunga pinang (utama), daun beringin, nanas, melati, padi, kapas, cengkir,
Prosesi  :Kembar mayang adalah sarana temu pendamping dalam acara.
Makna : Perjalanan hidup setelah menikah tentunya banyak aral melintang, untuk itu pengantin nantinya harus tabah, lurus, fleksibel dan berhati tenteram (spt btg pisang yg selalu berair) agar hidupnya indah dan bahagia(spt bunga pinang), sama sama mengayomi mengokohkan keluarga (daun beringin), hingga indah menawan (nanas) dan makmur sandang pangan(padi dan kapas) dikelilingi kemegahan (janur kuning)

Lempar sirih atau balangan gantal
Bahan : tujuh ikat daun sirih isi kapur sirih ikat benang putih
Prosesi : Pengantin pria pengantin wanita saling melemparkan. Untuk pria jumlah 4 ikat wanita 3 ikat, pria dulu melempar.
Makna : Balangan : melempar , Gantal : daun sirih sudah ikat benang.  Perjodohan suci (sirih) yang telah terikat (benang negikat sirih) adalah mengetuk hati masing masing mempelai. Agar terbentuk kebulatan tekad dalam berikrar menempuh hidup baru.

Ngidak endog dan wijikan
Bahan : gayung, bokor, baki, bunga sritaman,telur
Tata Cara: Pemaes ambil telur ayam kemudian sentuhkan  dahi pengantin laki-laki dahulu kemudian pengantin perempuan, lalu telor di injak pengantin pria hingga pecah. Selanjutnya kaki pengantin pria dicuci oleh pengantin wanita.
Makna : Pengantin pria telah mengambil tanggung jawab atas semua kejadian yang akan dialami oleh keluarganya, bukan orang tua lagi (menginjak telur)  dan sang istri turut mendukung dengan bakti istri ke suami (wijikan kaki).

Minum degan
Bahan ; kelapa muda, sapu tangan
Tata cara : pengantin pria dan wanita saling minum air kelapa.
Makna : agar keluarga yang terbentuk akan menjadi berguna baik dari sisi manapun seperti pohon kelapa. Dan merasakan hubungan dalam kehidupan keluarga selalu segar dan bahagia (spt air kelapa)

Berjalan gandengan jari kelingking menuju pelaminan
Tata Cara : Kedua mempelai dampingan dengan kelingking tangan kiri pengantin pria kaitkan kelingking tangan kanan pengantin wanita. Dalam posisi kelingking terkait, dua mempelai jalan menuju pelaminan mengikuti cucuk lampah, dilingkari selendang yang dipegang bapak mempelai wanita.
Makna : Bergandengan jari kelingking, melambangkan hubungan orang tua tinggal sedikit, namun orangtua masih dapat memberi bimbingan.

Kacar-Kucur (ada yang menyebut Tampa kaya)

kacar-kucur
Bahan : Beras, koin, biji-bijian,kantung dari kain, kain sebesar taplak,
Tata Cara: Pengantin pria mengucurkan beras dari kantung beras dan diterima oleh pengantin wanita, lalu kemudian diserahkan ke Ibu pengantin putri.
Makna : bahwa seorang pria tanggung jawab cukupi kebutuhan keluarga baik pangan (beras),  sandang (koin) dan papan (biji-bijian). Lalu apabila sudah tercukupi, sebagian untuk membantu orang tua yang mulai sepuh (
sibolis penyerahan ke ibu pengantin putri)

Dahar klimah
Bahan: Nasi kepal 3, lauk pauk, air minum
Tata Cara : Pengantin pria membuat nasi kepal tiga kali ke pengantin wanita. Kemudian pengantin wanita memakan nasi kepalan tersebut terdiri rangkaian sayuran berupa kacang panjang, nasi kuning, telur dadar, kedelai goreng, tempe goreng, abon,hati ayam kampung masak pindang antep.
Makna : cinta kasih pasangan pengantin sepanjang masa, dimana sama sama merasakan limpahan rejeki.

Sungkeman
Tata Cara : Berlutut atau jongkok didepan orang tua.

Makna : rasa terimakasih dan bakti ke orang tua yang telah membesarkan hingga dewasa. Permintaan didoakan agar rumah tangga dapat bahagia sejahtera. Keris pengantin pria dilepas selain menghindari kekhilafan, juga bermakna bahwa pangkat atau kekuatan dimiliki oleh anak tidak berlaku dihadapan orangtua.


Calon pengantin yang ingin melengkapi pesta pernikahannya dengan upacara panggih, tidak perlu ragu dan khawatir tentang jalannya upacara ini, karena dalam Paket Pesta Pernikahan sudah tentu perias pengantin akan melengkapi semua peralatannya.
Dan dalam ketentuan adat jawa, Perias Pengantin adalah pembimbing dan selalu mendampingi pengantin selama upacara panggih berlangsung.

Grsp*